Setelah
membaca buku yang di tulis oleh prof. Dr. H. Hafield Cangara, M.Sc, tentang gangguan
dan rintangan dalam berkomunikasi khususnya pada bab 11 yang dapat dijabarkan
secara umum gangguan dan rintangan dalam berkomunikasi dapat dibedakan 7
kategori yaitu gangguan teknis, gangguan semantic, gangguan psikologi, rintangan
fisik, rintangan status rintangan kerangka berpikir dan rintangan budaya.
Menurut
Shannon dan weaver (1949) gangguan komunikasi terjadi jika terdapat intervensi
yang mengganggu salah satu elemen komunikasi, sehingga proses komunikasi tidak
dapat berlangsung secara efektif. Sedangkan rintangan komunikasi di maksudkan
ialah adanya hambatan yang membuat proses komunikasi tidak dapat berlangsung
sebagaimana harapan komunikator dan penerima. Gangguan atau rintangan
komunikasi pada dasarnya dibedakan atas 7 macam yaitu,
1.
Gangguan teknis, gangguan teknis sering
terjadi dalam komunikasi dari dulu hingga sekarang dimana alat yang digunanakan
dalam berkomunikasi mengalami kerusakan (channel noise). Misalnya sedang
berkomunikasi dengan seseorang melalui via telepon tiba tiba terputus karena
gangguan jaringan telepon sehingga terjadinya gangguan dalam berkomunikasi.
2.
Gangguan semantik gangguan komunikasi
yang disebabkan karena kesalahan pada bahasa yang digunakan, bersangkutan
kekacauan penggunaan bahasa, pengertian suatu istilah atau konsep terdapat
perbedaan antar komunikator dengan komunikan. Gangguan ini sering terjadi dalam
kehidupan sehari hari misalnya kata “Bujang” (sunda: sudah Sumatra : anak
laki-laki) ketika antar kedua suku ini berkomunikasi terjadilah salah
komunikasi.
3.
Gangguan psikologis, hal ini terjadi
karena adanya yang di sebabkan oleh persoalan-persoalan dalam diri individu
(personal). Contoh penyakit mental ini bisa karena bawaan lahir atau karena
peristiwa tragis dan tidak bisa move on, missal di tinggal pacar.
4.
Rintangan Fisik adalah rintangan yang
disebabkan karena kondisi geografis, misalnya jarak yang jauh sehingga sulit
dicapai, tidak adanya sarana kantor pos, jalur transportasi, dll. Jika dalam
kasus komunikasi antar manusia ini dapat diartikan karena adanya gangguan
organic, yaitu tidak berfungsinya salah satu pancaindra penerima informasi.
5.
Rintangan status, kondisi atau situasi
perbedaan status antara komunikator dengan khalayak seringkali menjadi hambatan
yang dapat mengurangi pencapaian tujuan komunikasi. Misalnya, ketika seorang
dosen muda harus memberi kuliah pasca sarjana yang ternyata sebagian besar
adalah atasannya di departemen tertentu.
6.
Rintangan Kerangka Berfikir. Komunikasi
yang efektif dapat terjadi ketika terjadi himpitankepentingan (overlapping of
interest) kesamaan persepsi anatara komunikator dengan komunikan. Kesmaan ini
dapat terwujud jita tida ada perbedaan yang mencolok dalam kerangka berfikir
komunikan dan komunikator. Contoh : Seorang mahasisa yang sangat pintar dan
pandai berbicara dikelas (kampus) tapi saat menjadi pembicara (berdakwah) di
pedesaan masyarakat tidak mengerti dengan apa yang mahasisa ini sampaikan
karena mahasisa tersebut memakai bahasa ilmiah (teoritis) yang biasanya
digunakan di kampus, sedangkan pendengar mayoritas ibu – ibu atau bapak – bapak
(orang yang sudah tua) yang tidak memahami dikarenakan tingkat pendidikan yang
berbeda dan lebih menyukai hal –hal yang praktis.
7.
Rintangan Budaya. Perbedaan Budaya
(nilai, Norma, kebiasaan, adat istiadat) merupakan faktor yang sering membuat
tujuan komunikasi terhambat. Karena Budaya yang dianut oleh sebuah masyarakat
merupakan hasil internalisasi individu terhadap nilai, norma, kebiasaan dan
adat dimana ia tinggal selama bertahun-tahun. Maka kita mengenal ada yang namanya
: Akluturisasi, asimilasi.
Dalam melakukan berkomunikasi dapat mencegah terjadinya
gangguan dan rintangan, itu didasari dari diri kita sendiri bagaimana cara kita
menyikapi cara komunikasi yang baik sehingga dapat diterima khalayak. Dalam
kehidupan sehari hari sekarang ini banyak cara untuk melakukan komunikasi
dengan adanya akses internet yang sudah tidak asing di masyarakat luas, salah
satunya banyaknya social media yang menawarkan untuk berkomunikasi dengan siapapun.