Minggu, 10 Mei 2015

Goes To Media

                         
                          Palembang, 29 april 2015 mahasiswa semester 2 jurusan ilmu komunikasi Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (Stisipol) Candradimuka telah mengadakan kunjungan ke beberapa tempat dengan tema "Goes To Media". di laksanakan nya kunjungan ini yaitu bertujuan untuk menambah tingkat kinerja mahasiswa dalam mengetahui kinerja suatu media dan mengetahui tempat wisata wisata yang ada di palembang. dalam mengikuti kunjungan ini bukan hanya melihat lihat atau sekedar jalan jalan saja tapi ada banyak hal yang harus kita perhatikan.
                          Salah satu tujuan utama dari perjalanan ini yaitu mengunjungi salah satu kantor koran media massa yang cukup baik di sumatera selatan yaitu sumatra ekspress ( SUMEKS),  dengan arahan wartawan senior yang bekerja di sumeks di sini kita dapat pencerahan dan pelajaran tentang apa itu media massa dan di beri motivasi agar kita lebih kreatif dan bisa dalam segala hal untuk bisa menjadi jurnalis yang handal dan dapat menjadi sang jurnalis yang sederhana tapi tetap berusaha untuk menjadi yang terbaik. bukan hanya arahan mahasiswa juga di ajak ke ruangan di mana cara membuat sebuah berita yang baik dan menciptakan sebuah berita yang dapat membuat pembaca lebih mengerti, memahami dan mendapatkan sumber berita yang akurat.
                         Setelah mengunjungi kantor media, kunjungan di lanjutkan ke tempat wisata yang ada di palembang yaitu Musium Bala Putra Dewa, di musium ini kita dapat mengetahui keragaman warisan sejarah di kerajaan sriwijaya dan peninggalan sejarah masyarakat melayu, di sana dapat kita jumpai sebuah patung ukiran dan berbagai macam batu peninggalan sejarah dan beberapa rumah adat palembang. Tidak butuh biaya mahal untuk datang ke tempat wisata ini. namun sangat di sayangkan tempat dengan peninggalan bersejarah yang lengkap seperti ini sepi dari pengunjung, mungkin saja hal ini terjadi karena kurang nya promosi dari pemerintah atau gaya hidup masyarakat kita yang lebih memilih ke mall dan sebagainya. dari kesadaran kitalah sebagai remaja untuk mempromosikan dan menjaga peninggalan sejarah ini. 







Sabtu, 06 Desember 2014

Gangguan (problem) dan Rintangan dalam berkomunikasi


Setelah membaca buku yang di tulis oleh prof. Dr. H. Hafield Cangara, M.Sc, tentang gangguan dan rintangan dalam berkomunikasi khususnya pada bab 11 yang dapat dijabarkan secara umum gangguan dan rintangan dalam berkomunikasi dapat dibedakan 7 kategori yaitu gangguan teknis, gangguan semantic, gangguan psikologi, rintangan fisik, rintangan status rintangan kerangka berpikir dan rintangan budaya.
Menurut Shannon dan weaver (1949) gangguan komunikasi terjadi jika terdapat intervensi yang mengganggu salah satu elemen komunikasi, sehingga proses komunikasi tidak dapat berlangsung secara efektif. Sedangkan rintangan komunikasi di maksudkan ialah adanya hambatan yang membuat proses komunikasi tidak dapat berlangsung sebagaimana harapan komunikator dan penerima. Gangguan atau rintangan komunikasi pada dasarnya dibedakan atas 7 macam yaitu,
1.      Gangguan teknis, gangguan teknis sering terjadi dalam komunikasi dari dulu hingga sekarang dimana alat yang digunanakan dalam berkomunikasi mengalami kerusakan (channel noise). Misalnya sedang berkomunikasi dengan seseorang melalui via telepon tiba tiba terputus karena gangguan jaringan telepon sehingga terjadinya gangguan dalam berkomunikasi.
2.      Gangguan semantik gangguan komunikasi yang disebabkan karena kesalahan pada bahasa yang digunakan, bersangkutan kekacauan penggunaan bahasa, pengertian suatu istilah atau konsep terdapat perbedaan antar komunikator dengan komunikan. Gangguan ini sering terjadi dalam kehidupan sehari hari misalnya kata “Bujang” (sunda: sudah Sumatra : anak laki-laki) ketika antar kedua suku ini berkomunikasi terjadilah salah komunikasi.
3.      Gangguan psikologis, hal ini terjadi karena adanya yang di sebabkan oleh persoalan-persoalan dalam diri individu (personal). Contoh penyakit mental ini bisa karena bawaan lahir atau karena peristiwa tragis dan tidak bisa move on, missal di tinggal pacar.
4.      Rintangan Fisik adalah rintangan yang disebabkan karena kondisi geografis, misalnya jarak yang jauh sehingga sulit dicapai, tidak adanya sarana kantor pos, jalur transportasi, dll. Jika dalam kasus komunikasi antar manusia ini dapat diartikan karena adanya gangguan organic, yaitu tidak berfungsinya salah satu pancaindra penerima informasi.
5.      Rintangan status, kondisi atau situasi perbedaan status antara komunikator dengan khalayak seringkali menjadi hambatan yang dapat mengurangi pencapaian tujuan komunikasi. Misalnya, ketika seorang dosen muda harus memberi kuliah pasca sarjana yang ternyata sebagian besar adalah atasannya di departemen tertentu.
6.      Rintangan Kerangka Berfikir. Komunikasi yang efektif dapat terjadi ketika terjadi himpitankepentingan (overlapping of interest) kesamaan persepsi anatara komunikator dengan komunikan. Kesmaan ini dapat terwujud jita tida ada perbedaan yang mencolok dalam kerangka berfikir komunikan dan komunikator. Contoh : Seorang mahasisa yang sangat pintar dan pandai berbicara dikelas (kampus) tapi saat menjadi pembicara (berdakwah) di pedesaan masyarakat tidak mengerti dengan apa yang mahasisa ini sampaikan karena mahasisa tersebut memakai bahasa ilmiah (teoritis) yang biasanya digunakan di kampus, sedangkan pendengar mayoritas ibu – ibu atau bapak – bapak (orang yang sudah tua) yang tidak memahami dikarenakan tingkat pendidikan yang berbeda dan lebih menyukai hal –hal yang praktis.
7.      Rintangan Budaya. Perbedaan Budaya (nilai, Norma, kebiasaan, adat istiadat) merupakan faktor yang sering membuat tujuan komunikasi terhambat. Karena Budaya yang dianut oleh sebuah masyarakat merupakan hasil internalisasi individu terhadap nilai, norma, kebiasaan dan adat dimana ia tinggal selama bertahun-tahun. Maka kita mengenal ada yang namanya : Akluturisasi, asimilasi.

Dalam melakukan berkomunikasi dapat mencegah terjadinya gangguan dan rintangan, itu didasari dari diri kita sendiri bagaimana cara kita menyikapi cara komunikasi yang baik sehingga dapat diterima khalayak. Dalam kehidupan sehari hari sekarang ini banyak cara untuk melakukan komunikasi dengan adanya akses internet yang sudah tidak asing di masyarakat luas, salah satunya banyaknya social media yang menawarkan untuk berkomunikasi dengan siapapun.